Rabu, 01 April 2015

Bimo Bagaskoro

Bimo Bagaskoro ��
Aku tidak menyukaimu dengan tiba-tiba, aku berproses. Kau membantuku berproses. Terimakasih.. ☺
Awalnya aku nggak nyangka bisa sayang kamu, kamu membantuku belajar.
Belajar melupakan
Belajar mengikhlaskan
Belajar menyayangi
Belajar untuk hal baru yg lebih baik
Kau membantuku melupakan Ihsan dengan ikhlas, kau menyadarkanku hidup nggak akan berhenti dengan atau tanpa Ihsan
Aku hargai semua usahamu, prosesmu dan kesungguhanmu. Terimakasih ☺
Kau begitu mempercayaiku, saat aku ragu kau selalu bersabar meyakinkanku
Aku memang terkadang menyakitimu entah sengaja atau enggak kadang aku nggak nyadar
Kau menjagaku dengan utuh ��
Kita memang nggak pacaran tapi kau memberiku kasih sayang layaknya kekasih
Kau selalu bilang padaku "Aku beruntung memilikimu Wel(;panggilanmu ke aku) Aku beruntung memiliki tempat dihatimu" dan aku hanya bisa tersenyum ☺
Sama. Aku juga beruntung kau membantuku.
Terimakasih Bimo Bagaskoro ☺
Bawelku, Itemku, Pesekku, Jelekku, Aku Sayang Kamu ��

Rabu, 26 November 2014

Dan Lagi?!

"Dan lagi.. Terjadi.. Peristiwa terperih yg selalu kau beri.."
Berapa waktu yg ku lalui TANPA mu? Tanpa kabar maupun perhatian serta keperdulianmu?
Tapi kenapa rasa itu tetap sama. Masih ada?
Kadang aku merasa bodoh, kau tau kebanyakan wanita memang bodoh jika menyangkut tentang 'rasa'?
Setia? Gagal move on? Atau memang bodoh? Beda tipis?! Sangat tipis.
Saat logika ku berjalan selalu ada semangat melupakanmu namun semua itu berbenturan keras dengan hatiku. Ya. Menimbulkan luka, begitu dalam.
Entah sampai kapan aku nyaman dengan luka dan rinduku.
Sampai kapan? Aku bertahan dengan luka dan rinduku dengan khayalan dan harapanku ttg mu? Sampai kapan?
Adakah takdir akan mengasihaniku sehingga menyatukan kita?
Atau waktu yg akan membantuku melupakan rasaku?
Aku hanya bisa diam. Dengan luka. Dengan rindu. Dengan rasaku.
Tertawa dalam harapan. Tersenyum dalam kerinduan.
Walau aku tau senyum itu palsu, karna yg sebenarnya yg ada hanyalah rindu dan angan untuk bertemu.

Jumat, 19 September 2014

I send you a message Dad !

Ayah aku mengirimi mu sebuah pesan. Apa kau menerimanya? Apa kau membacanya? Apa kau menyukainya? Apa kau menyimpannya? Apa kau berniat membalasnya? Tapi.. kenapa tidak ada balasan yang kterima? Kenapa Ayah? Apa kau tidak menyukainya? Apa kau tidak membacanya? Apa kau marah karnanya? Jawab Ayaah.. :'(
I send you a message Dad..
" Assalammu'alaikum.. Ayah apa kabar disana? Apa Ayah baik-baik saja?
Ayaah.. aku merindukan Ayah, berapa kali ya Yah aku berkata hal ini? (Ayah bosan kah mendengarnya? )
Ayah aku ingin cerita, Ayah lihat kan dari surga kemarin waktu aku diwisuda? Ayah seneng? Bangga nggak Yah? Maaf nggak bisa kasih langsung toga kelulusan ke Ayah :'(
Luffi minta maaf ya Yaah... Luffi memang anak yang tidak berguna :(
Ayah, Luffi sekarang bekerja di apotek deket rumah, Alhamdulillah kemarin gaji pertama udah buat orang yang kita sayang Yah.. buat Ibu, maaf Ayah blm dapat apa2 :( (tuh kan Yah aku anak yang nggak berguna :'( )
Ayah mau minta apa kira2 kalo gaji kedua udah turun? Bales ya Yah.. :') Eh Yah, dulu pesanku lewat malaikat udah sampai belum? Aku nitip pesan ke mereka hloo.. "

Miss You Sutardi Hadi Sunaryo :') ♥ ♡ {} :')