Minggu, 31 Agustus 2014

Sebait kisah tentangmu ♥

Aku tidak pernah mengerti kenapa aku bisa sebegitunya sayang sama kamu Saan, kamu hadir hanya sesaat dan hadir karna kesalahanku, kecerobohanku. Mungkin memang dengan kecerobohanku tahun kemarin lah kita seharusnya diperkenalkan. Dalam setahun aku ingat benar hanya 3bln kau memberiku perhatian tanpa ada balasan dariku, hanya 2 kali pertemuan kita, namun rasa itu terlanjur ada! Tetap ada, entah sampai kapan?
Aku tak pernah menyesal mengenalmu, kau hampir memiliki jalan hidup yg sama sepertiku, aku ingat saat dulu kita masih sering berkomunikasi kau begitu baik dan mengerti bila aku berkeluh kesah tentang Ayah, aku tau kau memahaminya,karna kita sama.. Sama sama merindukan Ayah. Apa itu menjadi salah satu sebab aku begitu nyaman dan mudah terbuka dan berbagi kisahku padamu?
Sampai saat ini aku ingat, atau bahkan masih berharap janjimu kau tepati, aku ingat benar segala yg kau katakan tentangku,entah koreksi atau pujian yg kau lontarkan. Aku menyukai semua itu!
Saan.. apa kita akan dipertemukan lagi? Seperti yg dulu kau katakan, "Menawi gusti Allah maringi dalan" Sungguh aku berdoa dalam diamku semoga itu dapat terjadi.
Taukah kau? Sampai saat ini aku menjaga hatiku dari siapapun, aku bahkan bermain sandiwara dengan temanku didepan orang2 yg menyukaiku agar mereka berfikir aku sudah memiliki pacar,namun yg sesungguhnya? Aku menunggumu. Aku tak tau kenapa aku sebegitunya menjaga hatiku padahal akupun ragu kau masih mengingatku dan rasa itu, rasa 1th yg lalu.
Nuril Ihsan, I miss you :') Love you Saan :)

Sabtu, 04 Mei 2013

Syair untuk AYAH

Syair untuk AYAH

Tidak semudah saat mulut-mulut itu berkata semual hal yang baik,
yang bagiku semua itu semu.
Aku tak tahu bagaimana merengkuh kebahagiaan yang sudah tak kurasakan lagi kini.
Tidak semudah itu, berlari tanpa kawan.
Saat nyanyian elegi itu menghampiri, meminta kita bernyanyi.
Tak cukup buruk jika memang lagu itu tak berarti apa-apa.
Namun dihidupku, lirik elegi adalah penghancur yang nyata.
Penghancur yang tak jarang mengancam sisa harapan,
dan dasar aku berdiri tegak di tempat ini.
Tempat asing yang melemahkanku,
melelahkanku,
mematikanku,
membuatku selalu dalam kerapuhan.
Seolah-olah tak mengenal Dzat Maha Agung,
yang menginjinkan aku hadir ditempat ini.
Merasakan bahagia sebelum ia yang kini hampir tak kuingat,
pergi dari dalamnya hati ini.
Dan penyesalan yang akan terus memelukku,
saat kutahu sayang ini begitu besar.
Ketika sosok tersebut takkan bisa tahu apalagi merasakannya.
Inilah sayangku yang semu, sendu, pilu dan mungkin juga.. palsu ?

#MISS U LOTS DAD

Minggu, 03 Februari 2013

ELEGI-KU

ELEGI itu terdengar kembali... Nyanyian itu aku sendiri yang menciptakan dan membuatku tersiksa. Aku tak pernah merelakan ia pergi. Ku coba tak mendengarkannya lagi namun kadang orang memaksaku untuk menyanyi lagi.
Rasanya enggan, Begitu enggan namun tetap kunyanyikan. Bagaimana bisa aku bertahan? Luka itu tidak seberapa bagi orang lain, Namun begitu perih saat kutahan tidak menyanyikannya.
Aku sudah berdiri diatas satu penompang yang aku coba paksa untuk bertahan hingga kubisa membuat orang yang kusayang tersenyum padaku. Namun, Hujatan itu membuatku lemah.. Aku terluka, Bukan karena orang yang menghujat namun karena kupaksa diriku untuk tidak bernyanyi elegi lagi. Dan itu semua... Membuatku lumpuh.
Ibarat rumah.. Aku adalah rumah tua yang mencoba bertahan diantara gedung megah dihadapanku, Aku bukan siapa-siapa.. Aku berbeda dengan kalian, Sangat berbeda.. Aku tidak pantas berada diantara kalian..
Andai ada telinga yang mau mendengarkan nyanyianku, Bahkan ikut bernyanyi denganku. Mungkin aku akan bahagia.. Namun aku sadar semua itu hanya ada dalam anganku, Dan saat kusadar kutau aku justru menambah lirik dalam elegiku.. Yang bisa aku lakukan ialah mempertahankan penompang yang saat ini juga merupakan mimpiku, Entah bagaimana caranya?
Andaikan benar harus kuhindari gedung perkotaan itu, Akan kulakukan.. Walau sepi namun kuharap itulah yang terbaik, Aku tak ingin merobohkan penompangku akupun tak ingin lagi bernyanyi elegi :'''

ELEGI-KU
"Tok tok tok," 
Munkar nakir: kenapa ? 
Saya: boleh saya masuk? 
Munkar nakir: belum waktunya.
Saya: sebentar saja. 
Munkar nakir: tidak. 
Saya: kalau begitu titip salam untuk orang yang saya sayangi,
Saya merindukannya,
Sampaikan maaf saya karena tidak bisa memberinya kebanggaan sedikitpun,
Bahkan ijazah SD. 
Maafkan saya.. 
Tolong sampaikan jika sempat mohon mampir 1 malam saja dimimpi saya. 
Jika beliau berkenan

AYAH..... AKU MERINDUKANMU :'(
SANGAT :'''